Yogyakarta, 30 Oktober – 1 November 2024, Resto Gendal Gendul yang terletak di Bantul, Yogyakarta, selama tiga hari terakhir menjadi saksi semangat luar biasa dari 30 peserta pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan terkait penguasaan digital marketing, agar mereka lebih siap menghadapi tantangan pasar di era digital. Diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bantul, pelatihan ini menjadi langkah nyata mendukung kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Yogyakarta.
Pelatihan yang berlangsung dari 30 Oktober hingga 1 November ini tidak hanya menawarkan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta. Dalam tiga hari, peserta diajak memahami pentingnya digital marketing sebagai strategi utama untuk memasarkan produk mereka. Materi pelatihan meliputi pembuatan konten kreatif, manajemen media sosial, hingga optimalisasi platform marketplace.
“Kami ingin memastikan para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya. Dengan penguasaan digital marketing, diharapkan mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa batasan geografis,” ungkap PLH Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY dalam sambutannya.
IWAPI Bantul, sebagai mitra dalam pelatihan ini, juga memberikan pendampingan khusus terkait strategi pemasaran. Ketua IWAPI Bantul menyampaikan, “Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan para difabel mendapatkan akses pengetahuan yang sama dengan pelaku usaha lainnya. Mereka memiliki potensi besar yang hanya perlu diasah dan didukung.”
Setiap hari, pelatihan dimulai dengan sesi teori yang disampaikan oleh para ahli digital marketing dari berbagai bidang. Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah cara membuat konten yang engaging di media sosial. Peserta diajarkan teknik sederhana seperti mengambil foto produk dengan pencahayaan alami hingga menulis deskripsi produk yang menarik perhatian calon pembeli.
Di sesi praktik, peserta diajak langsung mencoba membuat akun media sosial bisnis dan memposting produk mereka. Antusiasme terpancar dari wajah para peserta. Salah satunya adalah Sri Wahyuni, seorang peserta dari Bantul yang memiliki usaha kerajinan tangan. “Saya awalnya tidak tahu bagaimana cara mempromosikan produk saya di media sosial. Setelah pelatihan ini, saya jadi paham bahwa konten yang menarik bisa membuat produk saya lebih dilihat orang,” ujarnya dengan senyum bangga.
Pelatihan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Bagi Tutik Hariyani, seorang penyandang disabilitas yang memproduksi peyek kacang, pelatihan ini memberinya harapan baru. “Dulu, saya hanya mengandalkan pembeli dari lingkungan sekitar. Sekarang, saya bisa mencoba menjual produk saya ke luar daerah lewat media sosial. Pelatihannya sangat bermanfaat, dan saya merasa lebih percaya diri memasarkan produk saya,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Suwarningsih, seorang ibu rumah tangga yang menjual aneka rasa egg roll. “Awalnya saya ragu apakah saya bisa mengelola media sosial untuk bisnis. Tapi ternyata, dengan sedikit latihan, saya bisa. Pelatihan ini membuka mata saya bahwa teknologi itu tidak sesulit yang saya bayangkan,” ucapnya penuh semangat.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan, Dinas Koperasi dan UKM DIY berkomitmen untuk terus mendampingi para peserta. Salah satu rencana tindak lanjutnya adalah mengadakan mentoring digital marketing secara berkala serta membentuk komunitas bagi para pelaku usaha difabel. Dengan demikian, peserta tidak hanya belajar tetapi juga memiliki wadah untuk saling berbagi pengalaman dan mendukung satu sama lain.
Ketua IWAPI Bantul juga menyampaikan bahwa pelatihan ini hanyalah langkah awal dari kolaborasi yang lebih besar. “Kami ingin terus berkontribusi, baik melalui pelatihan lanjutan maupun pendampingan untuk peserta yang membutuhkan. Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa menciptakan dampak yang lebih besar,” jelasnya.
Di hari terakhir pelatihan, suasana haru dan penuh semangat terasa. Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil praktik digital marketing mereka di hadapan rekan-rekan peserta dan fasilitator. Tidak sedikit yang merasa bangga dengan hasil kerja mereka, meski baru belajar dalam waktu singkat.
Pelatihan ini membuktikan bahwa dengan akses dan peluang yang tepat, penyandang disabilitas mampu bersaing dan bahkan unggul dalam dunia digital. Mereka tidak hanya belajar keterampilan baru tetapi juga membangun rasa percaya diri yang lebih kuat.
Dengan bekal yang mereka dapatkan dari pelatihan ini, para peserta kini siap melangkah lebih jauh. Mereka tidak lagi melihat keterbatasan sebagai hambatan, melainkan sebagai motivasi untuk terus maju.
Sebagai penutup, PLH Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta. “Jangan pernah berhenti belajar dan percaya pada potensi yang kalian miliki. Dunia digital adalah peluang besar, dan kalian adalah bagian dari masa depan ekonomi kreatif Indonesia.”
Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, membuka jalan bagi lebih banyak difabel untuk mencapai kemandirian ekonomi dan menginspirasi masyarakat luas.



1 Comment
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.